BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Bahasa memiliki
peranan penting dalam kehidupan, karena selain di gunakan sebagai alat
komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat di gunakan sebagai alat
komunikasi secara tulisan di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi
demokrasi ini, masyarakat di tuntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan
memahami informasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar,
sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media
penyimpanan informasi secara baik dan tepat, dengan penyimpanan berita. Maka
dari itu, masyarakat dapat menggunakan media tersebut dengan baik dan benar.
Dalam memadukan kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan
tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya
memperhatikan ketataan dalam berbahasa. Maka
dari itu, penggunaan bahasa harus selalu di terapkan secara turun temurun dan
untuk generasi selanjutnya.
B.
Tujuan
Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca tentang:
·
Pengertian
bahasa dan dialek
·
Fungsi
bahasa
·
Kaidah
aturan yang di gunakan dalam berbahasa
·
Menambah
pengetahuan tentang bahsa yang di gunakan masyarakat di daerah lain.
C.
Ruang lingkup penulisan
Dalam pembuatan
makalah penulis yang di dalamnya terdapat tulisan, baik itu berupa materi dan
sebuah gambar. Penulis hanya menulis apa yang ada di dalam sebuah materi yang
di buat walupun tidak cukup secara detail dalam pembuataanya.
D.
Rumusan masalah
1.
Maksud
dan tujuan bahasa dan dialek.
2.
Beberapa
cara masyarakat menggunakan bahasa.
3.
Seberapa
besar peran bahasa dan dialek dalam kehidupan bermasarakat.
4.
Beberapa
pengaruh bahasa dan dialek rehadap kehidupan komunitas masyarakat.
E.
Metode penulisan
Penulisan menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara
yang dapat di pergunakan penulis adalah study pustaka dalam metode ini penulis
membaca buku yang berkaitan dengan penulisa makalah.
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengrtian Bahasa
Bahasa
merupakan alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang di hasilkan
alat ucap manusia. Bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata.
Masing-masing mempunyai makna yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai
lambang dengan objek atau konsep yang di wakili kumpulan kata atau kosakata itu
oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad disertai
penjelasanartinya dan kemudian di bukukan menjadi sebuah kamus.
Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan
serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada
komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup
tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan
berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai
bahasanya.
Bahasa adalah suatu sistem dari
lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh
masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan
bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu
tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
Fungsi
Bahasa Dalam Masyarakat:
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.
Macam-Macam
dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa
sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan
presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek
seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek
bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti
ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan
informal (tidak baku).
Bahasa
lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat
bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam
pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak
sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
Bahasa
isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi
melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen
oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
Berikut ini
pengertian bahasa menurut beberapa ahli:
1.
Harimurti
Kridalaksana (1985)
Menyatakan
bahwa bahasa adalah system bunyi bermakna yang di pergunakan untuk komunikasi
oleh kelompok manusia.
2.
Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2001)
Bahasa adalah sistem
bunyi yang di gunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama,
barinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
3.
Finoechiaro
(1964)
Bahasa asalah
sistem simbol vokal yang arbitrer yang memeungkinkan semua orang dalam suatu
kebudayaan tertentu, atau orang lain yang nenepelajari sistem kebudayaan itu,
berkomunikasi atau berinteraksi.
4.
Carol
(1961)
Bahasa
merupakan sistem bunyi atau urutan bunyi vocal yang terstuktur yang di gunakan
atau digunakan atau dapat di gunakan dalam komunikasi internasional oleh
kelompok manusia secara lengkap di gunakan untuk mengungkapkan sesuatu,
peristiwa, dan proses yang terdapat di sekitar manusia.
5.
I.G.N
Oka dan Suparno (1994)
Bahasa adalah
sistem lambing atau oral yang arbitrer yang di gunakan oleh sekelompok manusia
(masyarakat) sebagai alat komunikasi.
6.
Kamus
Linguistik (2001)
Bahasa adalah
sistem lambang bunyi yang arbitrer yang di gunakan oleh para anggota masyarakat
untuk kerjasama, beriteraksi dan mengidentifikasikan diri.
7.
Gorys
Keraf (1984:1 dan 1991:2)
Bahasa adalah
komunikasi antar anggota masyarakat, berupa lambang bunyi ujaran yang
dihasilkan oleh alat ucap manusia.
8.
D.P.
Tambulan (1994:3)
Bahasa adalah
untuk memahami pikiran dan perasaan, serta menyatakan pikiran dan perasaan.
9.
H.G.
Brown (1987:4)
Bahasa adalah
suatu sistem komunikasi menggunakan bunyi yang diucapkan melalui organ-organ
ujaran dan didengar di antara anggota-anggota masyarakat, serta menggunakan
pemrosesan simbol-simbol vokal dengan makna konvensional secara arbitrer.
1. Definisi Bahasa
Bahasa
adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat
ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau
kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara
kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau
kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut
urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah
kamus atau leksikon.
Pada
waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis
tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk
mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang
tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa.
Seperangkataturan yang imendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan
sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.
Pada bab berikutnya, sehubungan dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara
terperincif onol ogi, morfologi, sintaksis, semantikdan etimologi. Fonologi
ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi bahasa.
Morfologi
mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal besertaunsur-unsur dan
bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan
prosespembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis
arti atau makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata
adalah etimologi.
2. Fungsi Bahasa
Fungsi utama
bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana
untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya
lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan
pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi: untuk tujuan
praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
- untuk tujuan artistik: manusia
mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa
estetis manusia.
- sebagai kunci mempelajari
pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
- untuk
mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah
manusia, selama
kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri
(tujuan filologis).
B.
Pengertian Dialek
Dialek adalah variasi bahasa dari
sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berbeda dari satu tempat
wilayah atau area tertentu (menurut Abdul Chaer). Sedangkan menurut bahasa
yunani dialek disebut dialektos yang berarti varian dari sebuah bahasa menurut
pemakai. Pemberian dialek berdasarkan factor geografi dan social. Dialek
dibedakan berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapan. Jika pembedaannya
hanya berdasarkan pengucapan, maka disebut aksen. Dapat disimpulkan bahwa
dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang berbeda dengan
kelompok penutur lain berdasarkan atas letak geografi, faktor sosial, dan
lain-lain. Ilmu yang mempelajari dialek disebut dialektologi yaitu
bidang studi yang bekerja dalam memetakan batas dialek dari suatu bahasa.
Contoh
Dialek:
1. Dialek jawa Surabaya dan
Dialek jawa Malang-an.
Dialek
jawa Surabaya: jeketek (sesuatu yang terjadi diluar pikiran/ oalah...)
Matek (mati, meninggal)
Dialek
jawa Malang: nggletek(sesuatu yang terjadi diluar pikiran/ oalah...)
Mati (mati, meninggal)
2. Dialek bahasa Inggris Amerika
dan bahasa Inggris British.
British <==> American
Football <==> Soccer
Biscuit <==> Cookie
Toilet <==> Rest room
Shop
<==> Store
Dialek bahasa Jepang Kantou dan Dialek bahasa
Jepang Kansai.
Bahasa Jepang Kantou: acchi (panas), sammi (dingin).
Bahasa Jepang Kansai: atsui (panas), samui (dingin).
Perkataan
'dialek' berasal daripada bahasa Yunani iaitu 'dialektos'
iaitu perkataan yang pada mulanya digunakan dalam hubungannya dengan bahasa
Yunani pada waktu itu. Dialek ialah variasi daripada satu bahasa tertentu yang
dituturkan oleh sekumpulan penutur dalam satu-satu masyarakat bahasa. Dialek
mempunyai bentuk tertentu, dituturkan dalam kawasan tertentu dan berbeza
daripada bentuk yang standard/ baku dari segi sebutan, tatabahasa, dan penggunaan
kata-kata tertentu, tetapi perbezaannya tidaklah begitu besar untuk dianggap
sebagai satu bahasa yang lain. Dialek selalunya digunakan dalam situasi formal
atau rasmi, namun terdapat kecenderungan pengguna bahasa yang mencampurkan
unsur dialek dalam penggunaan pada situasi formal.
Faktor-faktor
yang menimbulkan dialek terdiri daripada faktor-faktor geografis, politik,
penjajahan, perdagangan, masa, dan seumpamanya. Faktor politik contohnya telah
membahagi-bahagikan negara ini kepada unit-unit politik yang lebih kecil yang
mewujudkan negeri Perlis, Kedah, Pulau Pinang, Selangor, Negeri Sembilan,
Melaka, Johor, Pahang, Terengganu, dan Kelantan, yang akhirnya menimbulkan
pelbagai dialek.
Dialek-dialek
tempatan di Semenanjung Malaysia sebenarnya ialah variasi daripada bahasa
Melayu. Dalam satu-satu dialek tempatan di Malaysia, terdapat pula
ideolek-ideolek, iaitu kelainan pengucapan yang disebabkan oleh perbezaan
individu, dan kelainan stilistik yang terjadi sebagai akibat perbezaan konteks.
Semua kelainan ini disebut dialek, tetapi penutur-penuturnya masih boleh saling
bersefahaman antara satu sama lain. Fonemena seperti inilah yang telah menarik
perhatian ahli-ahli bahasa untuk membuat kajian mendalam terhadap dialek-dialek
tersebut.
Terdapat beberapa unsur yang membezakan
sesuatu dialek dengan dialek yang lain, antaranya ialah;
1. Sebutan; contohnya, perkataan `air'
disebut dalam pelbagai dialek seperti ayaq, ayo.
2. Tatabahasa; struktur ayat pasif dalam dialek Kelantan
misalnya boleh menyebabkan berlaku silap faham, contohnya ayat 'Saya ke
hospital untuk disuntik oleh doktor' akan menjadi "Saya gi spital cocok
doktor" (Kasihan doktor di hospital yang disuntik oleh pesakitnya, bukannya
dia yang menyuntik pesakit!)
3. Kosa kata ; contohnya, berlari dalam
dialek Kelantan disebut hungga, manakala mendung disebut sebagai jo'ong.
Bekwoh (dialek Kelantan) sama maksudnya dengan makan gulai di
Terengganu yang membawa maksud kenduri. Rakan saya dari Melaka
tertanya-tanya apabila saya memujinya dengan perkataan 'jangok' (cantik/
suka berhias)
4. Kata ganti nama diri; contoh ambo
dan kawe (dialek Kelantan bermaksud saya), hang (dialek
utara bermaksud kamu)
hubungan antara bahasa dengan dialek
serta pengaruh bahasa dan dialek terhadap gaya hidup komunitas tertentu,
sebagai mana kita ketahui bahwa indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk
memiliki ragam bahasa lebih dari 350 bahasa dengan beragam dialek karenanya
perlu bag kita mempelajari hal tersebut sebagai bahan untuk memandang
bahwasanya keberagaman atau perbedaan merupakan aset budaya nasional dan kita
dapat memahami karakteristik masyarakat melalui bahasa dan dialek nya
masing-masing.
C.
Pengertian Komunitas
Pengertian Komunitas Istilah kata Komunitas
berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang
artinya masyarakat, publik atau banyak orang. Wikipedia bahasa Indonesai
menjelaskan Pengertian Komunitas sebagai sebuah kelompok sosial dari beberapa
organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat
yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat
memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risik.
Arti Komunitas adalah
kelompok organisme (orang dsb) yg hidup dan saling berinteraksi di dl daerah
tertentu; masyarakat; paguyuban;
-- desa Antr komunitas yg
bersifat kedesa-desaan; -- hutan bakau
komunitas yg hidup di hutan bakau di daerah pantai; -- kota Antr komunitas yg bersifat kekota-kotaan; -- sastra kelompok atau kumpulan orang
yg meminati dan berkecimpung dl bidang sastra; masyarakat sastra.
Arti Komunitas adalah
sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya
memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu
di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi,
kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari
bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat
diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua
atau banyak".
Istilah
kata Arti Komunitas berasal
dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang artinya
masyarakat, publik atau banyak orang.
Bahasa Indonesai menjelaskan Arti Komunitas
sebagai sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi
lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam
komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud,
kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi
lain yang serupa.
Soenarno (2002), Definisi Arti Komunitas
adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai
dimensi kebutuhan fungsional.
Menurut Kertajaya Hermawan (2008), Arti Komunitas adalah
sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya,
dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para
anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values.
Komunitas, secara genetika,
individu-individu adalah anggota dari suatu populasi setempat dan secara
ekologi mereka adalah anggota dari ekosistem. Bagian terbesar dari ekosistem
terdiri dari kumpulan tumbuhan dan hewan yang bersama-sama membentuk suatu
masyarakat tumbuhan dan hewan yang disebut komunitas. Suatu komunitas terdiri
dari banyak jenis dengan berbagai macam fluktuasi populasi dan interaksi satu
dengan yang lainnya. Komunitas terdiri dari berbagai organisme-organisme dan
saling berhubungan pada suatu lingkungan tertentu. Komunitas dapat juga
dikatakan bahwa sekelompok makhluk-makhluk hidup dari berbagai macam jenis yang
hidup bersama pada suatu daerah. Ringkasnya komunitas adalah seluruh populasi
yang hidup bersama pada suatu daerah. Organisme yang hidup bersama ini sering
disebut komunitas biotik.
D.
Pengaruh bahasa dan dialek
Pengaruh bahasa
dan dialek yang di gunakan sangat memepengaruhi gaya hidup masyarakat, salah
satunya untuk menandakan status sosial dan status ekonomi sesorang. Misalnya,
pemakaian bahasa dan dialek sifatnya ilmiah, menandakan bahwa si penutur
merupakan golongan terpelajar (berpendidikan). Remaja yang nenggunakan bahasa
dan dialek Jakarta (misalya elu, gue) menandakan remaja yang
modern atau “gaul “. Penggunaan bahasa dan dialek yang tingkatannya
lebih tinggi juga bisa menandakan bahwa si penutur berasal dari golongan
bangsawan.
E.
Dampak positif dan negative
Dalam
berkomunikasi menggunakan bahasa ada juga dampak-dampaknya baik itu dari sisi
positif dan sisi negatifny. Berikut adalah dampak-dampak tersebut:
a.
Positif
·
Bahasa
memiliki banyak kosakata yang dapat mempermudah pengucapannya.
·
Bahasa
adalah tempat bertukarnya infomasi.
·
Bahasa
adalah tempat untuk berkomunikasi.
·
Bahasa
juga adalah suatu ciri khas dari suatu suku dan daerah.
·
Menimbulkan
keakraban dalam berkomunikasi.
b.
Negative
·
Bahasa
daerah maupun dialek antar suku dan suku yang lainnya sulit di pahani oleh
daerah lain
·
Terjadinya
kesalah pahaman antar suku karena perbedaaan dialek dan bahasa yang di gunakan
berbeda-beda.
·
Masyarakat
menjadi kurang paham dalam bahasa resmi yaitu bahasa Indonesia karena sudah
terbiasa menggunakan bahasa atau dialek yang ada di daerahya sendiri.
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam pembuatan maklah ini maka
dapat di simpulkan :
1.
Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer
yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi,
kerja sama dan identifikasi diri.
2.
Dialek ialah variasi daripada satu bahasa tertentu yang
dituturkan oleh sekumpulan penutur dalam satu-satu masyarakat bahasa. Dialek
mempunyai bentuk tertentu, dituturkan dalam kawasan tertentu dan berbeza
daripada bentuk yang standard/ baku dari segi sebutan, tatabahasa, dan penggunaan
kata-kata tertentu, tetapi perbezaannya tidaklah begitu besar untuk dianggap
sebagai satu bahasa yang lain.
3.
Pengaruh
bahasa dan dialek yang di gunakan, memepengaruhi gaya hidup masyarakat, salah
satunya untuk menandakan status sosial dan status ekonomi sesorang.
B.
Saran
1.
Perlunya
mengetahui tatacara penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari khususnya
dalam kehidupan bermasyarakat.
2.
Hendaknya
para remaja lebih memperbanyak menggunakan bahasa dialek resmi dan mengurangi
penggunaan bahasa yabg kurang efektif.