selamat datang dan terimakasih atas kunjungan nya...

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 09 September 2015

MAKALAH ANTROPOLOGI KELASXI

BAB I PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan, karena selain di gunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat di gunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat di tuntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami informasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyimpanan informasi secara baik dan tepat, dengan penyimpanan berita. Maka dari itu, masyarakat dapat menggunakan media tersebut dengan baik dan benar. Dalam memadukan kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan tersebut di gunakan, dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya memperhatikan  ketataan dalam berbahasa. Maka dari itu, penggunaan bahasa harus selalu di terapkan secara turun temurun dan untuk generasi selanjutnya.
B.   Tujuan
Penulisan Makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan para pembaca tentang:
·        Pengertian bahasa dan dialek
·        Fungsi bahasa
·        Kaidah aturan yang di gunakan dalam berbahasa
·        Menambah pengetahuan tentang bahsa yang di gunakan masyarakat di daerah lain.
C.   Ruang lingkup penulisan
Dalam pembuatan makalah penulis yang di dalamnya terdapat tulisan, baik itu berupa materi dan sebuah gambar. Penulis hanya menulis apa yang ada di dalam sebuah materi yang di buat walupun tidak cukup secara detail dalam pembuataanya.
D.   Rumusan masalah
1.     Maksud dan tujuan  bahasa dan dialek.
2.     Beberapa cara masyarakat menggunakan bahasa.
3.     Seberapa besar peran bahasa dan dialek dalam kehidupan bermasarakat.
4.     Beberapa pengaruh bahasa dan dialek rehadap kehidupan komunitas masyarakat.
E.   Metode penulisan
Penulisan menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Cara-cara yang dapat di pergunakan penulis adalah study pustaka dalam metode ini penulis membaca buku yang berkaitan dengan penulisa makalah.


BAB II PEMBAHASAN
A.   Pengrtian Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang di hasilkan alat ucap manusia. Bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang di wakili kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad disertai penjelasanartinya dan kemudian di bukukan menjadi sebuah kamus.
Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat:
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).
Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
Berikut ini pengertian bahasa menurut beberapa ahli:
1.     Harimurti Kridalaksana (1985)
Menyatakan bahwa bahasa adalah system bunyi bermakna yang di pergunakan untuk komunikasi oleh kelompok manusia.
2.     Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) (2001)
Bahasa adalah sistem bunyi yang di gunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, barinteraksi, dan mengidentifikasikan diri.
3.     Finoechiaro (1964)
Bahasa asalah sistem simbol vokal yang arbitrer yang memeungkinkan semua orang dalam suatu kebudayaan tertentu, atau orang lain yang nenepelajari sistem kebudayaan itu, berkomunikasi atau berinteraksi.
4.     Carol (1961)
Bahasa merupakan sistem bunyi atau urutan bunyi vocal yang terstuktur yang di gunakan atau digunakan atau dapat di gunakan dalam komunikasi internasional oleh kelompok manusia secara lengkap di gunakan untuk mengungkapkan sesuatu, peristiwa, dan proses yang terdapat di sekitar manusia.
5.     I.G.N Oka dan Suparno (1994)
Bahasa adalah sistem lambing atau oral yang arbitrer yang di gunakan oleh sekelompok manusia (masyarakat) sebagai alat komunikasi.
6.     Kamus Linguistik (2001)
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang di gunakan oleh para anggota masyarakat untuk kerjasama, beriteraksi dan mengidentifikasikan diri.
7.     Gorys Keraf (1984:1 dan 1991:2)
Bahasa adalah komunikasi antar anggota masyarakat, berupa lambang bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.
8.     D.P. Tambulan (1994:3)
Bahasa adalah untuk memahami pikiran dan perasaan, serta menyatakan pikiran dan perasaan.
9.     H.G. Brown (1987:4)
Bahasa adalah suatu sistem komunikasi menggunakan bunyi yang diucapkan melalui organ-organ ujaran dan didengar di antara anggota-anggota masyarakat, serta menggunakan pemrosesan simbol-simbol vokal dengan makna konvensional secara arbitrer.
1.     Definisi Bahasa
Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Sebagaimana kita ketahui, bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Masing-masing mempunyai makna, yaitu, hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakili Kumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis, atau menurut urutan abjad,disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon.
Pada waktu kita berbicara atau menulis, kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja, melainkan mengikuti aturan yang ada. Untuk mengungkapkan gagasan, pikiran atau perasaan, kita harus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Seperangkataturan yang imendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa.
Pada bab berikutnya, sehubungan dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara terperincif onol ogi, morfologi, sintaksis, semantikdan etimologi. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi bahasa.
Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal besertaunsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan prosespembentukannya. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah semantik, sedang yang membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi.
2.     Fungsi Bahasa
Fungsi utama bahasa, seperti disebutkan di atas, adalah sebagai alat komunikasi, atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). Tetapi, bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan, karena bahasa juga berfungsi: untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
  • untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.
  • sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar pengetahuan kebahasaan.
  • untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama
    kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).
B.   Pengertian Dialek
Dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang jumlahnya relatif, yang berbeda dari satu tempat wilayah atau area tertentu (menurut Abdul Chaer). Sedangkan menurut bahasa yunani dialek disebut dialektos yang berarti varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Pemberian dialek berdasarkan factor geografi dan social. Dialek dibedakan berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapan. Jika pembedaannya hanya berdasarkan pengucapan, maka disebut aksen. Dapat disimpulkan bahwa dialek adalah variasi bahasa dari sekelompok penutur yang berbeda dengan kelompok penutur lain berdasarkan atas letak geografi, faktor sosial, dan lain-lain. Ilmu yang mempelajari dialek disebut dialektologi yaitu  bidang studi yang bekerja dalam memetakan batas dialek dari suatu bahasa.
Contoh Dialek:
1.     Dialek jawa Surabaya dan Dialek jawa Malang-an.
Dialek jawa Surabaya: jeketek (sesuatu yang terjadi diluar pikiran/ oalah...)
                                      Matek (mati, meninggal)                    
Dialek jawa Malang: nggletek(sesuatu yang terjadi diluar pikiran/ oalah...)
                               Mati (mati, meninggal)
2.    Dialek bahasa Inggris Amerika dan bahasa Inggris British.
British <==> American
Football <==> Soccer
Biscuit <==> Cookie
Toilet <==> Rest room
Shop <==> Store
Dialek bahasa Jepang  Kantou dan Dialek bahasa Jepang Kansai.
Bahasa Jepang Kantou: acchi (panas), sammi (dingin).
Bahasa Jepang Kansai: atsui (panas), samui (dingin).
Perkataan 'dialek' berasal daripada bahasa Yunani iaitu 'dialektos' iaitu perkataan yang pada mulanya digunakan dalam hubungannya dengan bahasa Yunani pada waktu itu. Dialek ialah variasi daripada satu bahasa tertentu yang dituturkan oleh sekumpulan penutur dalam satu-satu masyarakat bahasa. Dialek mempunyai bentuk tertentu, dituturkan dalam kawasan tertentu dan berbeza daripada bentuk yang standard/ baku dari segi sebutan, tatabahasa, dan penggunaan kata-kata tertentu, tetapi perbezaannya tidaklah begitu besar untuk dianggap sebagai satu bahasa yang lain. Dialek selalunya digunakan dalam situasi formal atau rasmi, namun terdapat kecenderungan pengguna bahasa yang mencampurkan unsur dialek dalam penggunaan pada situasi formal.
Faktor-faktor yang menimbulkan dialek terdiri daripada faktor-faktor geografis, politik, penjajahan, perdagangan, masa, dan seumpamanya. Faktor politik contohnya telah membahagi-bahagikan negara ini kepada unit-unit politik yang lebih kecil yang mewujudkan negeri Perlis, Kedah, Pulau Pinang, Selangor, Negeri Sembilan, Melaka, Johor, Pahang, Terengganu, dan Kelantan, yang akhirnya menimbulkan pelbagai dialek.
Dialek-dialek tempatan di Semenanjung Malaysia sebenarnya ialah variasi daripada bahasa Melayu. Dalam satu-satu dialek tempatan di Malaysia, terdapat pula ideolek-ideolek, iaitu kelainan pengucapan yang disebabkan oleh perbezaan individu, dan kelainan stilistik yang terjadi sebagai akibat perbezaan konteks. Semua kelainan ini disebut dialek, tetapi penutur-penuturnya masih boleh saling bersefahaman antara satu sama lain. Fonemena seperti inilah yang telah menarik perhatian ahli-ahli bahasa untuk membuat kajian mendalam terhadap dialek-dialek tersebut.
Terdapat beberapa unsur yang membezakan sesuatu dialek dengan dialek yang lain, antaranya ialah;
1.     Sebutan; contohnya, perkataan `air' disebut dalam pelbagai dialek seperti ayaq, ayo.
2.      Tatabahasa; struktur ayat pasif dalam dialek Kelantan misalnya boleh menyebabkan berlaku silap faham, contohnya ayat 'Saya ke hospital untuk disuntik oleh doktor' akan menjadi "Saya gi spital cocok doktor" (Kasihan doktor di hospital yang disuntik oleh pesakitnya, bukannya dia yang menyuntik pesakit!)
3.     Kosa kata ; contohnya, berlari dalam dialek Kelantan disebut hungga, manakala mendung disebut sebagai jo'ong. Bekwoh (dialek Kelantan) sama maksudnya dengan makan gulai di Terengganu yang membawa maksud kenduri. Rakan saya dari Melaka tertanya-tanya apabila saya memujinya dengan perkataan 'jangok' (cantik/ suka berhias)
4.     Kata ganti nama diri; contoh ambo dan kawe (dialek Kelantan bermaksud saya), hang (dialek utara bermaksud kamu)
hubungan antara bahasa dengan dialek serta pengaruh bahasa dan dialek terhadap gaya hidup komunitas tertentu, sebagai mana kita ketahui bahwa indonesia dikenal sebagai bangsa yang majemuk memiliki ragam bahasa lebih dari 350 bahasa dengan beragam dialek karenanya perlu bag kita mempelajari hal tersebut sebagai bahan untuk memandang bahwasanya keberagaman atau perbedaan merupakan aset budaya nasional dan kita dapat memahami karakteristik masyarakat melalui bahasa dan dialek nya masing-masing.
C.   Pengertian Komunitas
Pengertian Komunitas Istilah kata Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang artinya masyarakat, publik atau banyak orang. Wikipedia bahasa Indonesai menjelaskan Pengertian Komunitas sebagai sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risik.
Arti Komunitas adalah kelompok organisme (orang dsb) yg hidup dan saling berinteraksi di dl daerah tertentu; masyarakat; paguyuban;
-- desa Antr komunitas yg bersifat kedesa-desaan; -- hutan bakau komunitas yg hidup di hutan bakau di daerah pantai; -- kota Antr komunitas yg bersifat kekota-kotaan; -- sastra kelompok atau kumpulan orang yg meminati dan berkecimpung dl bidang sastra; masyarakat sastra.
Arti Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak".
Istilah kata Arti Komunitas berasal dari bahasa latin communitas yang berasal dari kata dasar communis yang artinya masyarakat, publik atau banyak orang.
Bahasa Indonesai menjelaskan Arti Komunitas sebagai sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme  yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa.
Soenarno (2002), Definisi
Arti Komunitas adalah sebuah identifikasi dan interaksi sosial yang dibangun dengan berbagai dimensi kebutuhan fungsional.
Menurut Kertajaya Hermawan (2008),
Arti Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values.
Komunitas, secara genetika, individu-individu adalah anggota dari suatu populasi setempat dan secara ekologi mereka adalah anggota dari ekosistem. Bagian terbesar dari ekosistem terdiri dari kumpulan tumbuhan dan hewan yang bersama-sama membentuk suatu masyarakat tumbuhan dan hewan yang disebut komunitas. Suatu komunitas terdiri dari banyak jenis dengan berbagai macam fluktuasi populasi dan interaksi satu dengan yang lainnya. Komunitas terdiri dari berbagai organisme-organisme dan saling berhubungan pada suatu lingkungan tertentu. Komunitas dapat juga dikatakan bahwa sekelompok makhluk-makhluk hidup dari berbagai macam jenis yang hidup bersama pada suatu daerah. Ringkasnya komunitas adalah seluruh populasi yang hidup bersama pada suatu daerah. Organisme yang hidup bersama ini sering disebut komunitas biotik.
D.   Pengaruh bahasa dan dialek
Pengaruh bahasa dan dialek yang di gunakan sangat memepengaruhi gaya hidup masyarakat, salah satunya untuk menandakan status sosial dan status ekonomi sesorang. Misalnya, pemakaian bahasa dan dialek sifatnya ilmiah, menandakan bahwa si penutur merupakan golongan terpelajar (berpendidikan). Remaja yang nenggunakan bahasa dan dialek Jakarta (misalya elu, gue) menandakan remaja yang modern atau “gaul “. Penggunaan bahasa dan dialek yang tingkatannya lebih tinggi juga bisa menandakan bahwa si penutur berasal dari golongan bangsawan.
E.   Dampak positif dan negative
Dalam berkomunikasi menggunakan bahasa ada juga dampak-dampaknya baik itu dari sisi positif dan sisi negatifny. Berikut adalah dampak-dampak tersebut:
a.     Positif
·        Bahasa memiliki banyak kosakata yang dapat mempermudah pengucapannya.
·        Bahasa adalah tempat bertukarnya infomasi.
·        Bahasa adalah tempat untuk berkomunikasi.
·        Bahasa juga adalah suatu ciri khas dari suatu suku dan daerah.
·        Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.
b.     Negative
·        Bahasa daerah maupun dialek antar suku dan suku yang lainnya sulit di pahani oleh daerah lain
·        Terjadinya kesalah pahaman antar suku karena perbedaaan dialek dan bahasa yang di gunakan berbeda-beda.
·        Masyarakat menjadi kurang paham dalam bahasa resmi yaitu bahasa Indonesia karena sudah terbiasa menggunakan bahasa atau dialek yang ada di daerahya sendiri.
BAB III PENUTUP
A.   Kesimpulan
Dalam pembuatan maklah ini maka dapat di simpulkan :
1.     Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri.
2.     Dialek ialah variasi daripada satu bahasa tertentu yang dituturkan oleh sekumpulan penutur dalam satu-satu masyarakat bahasa. Dialek mempunyai bentuk tertentu, dituturkan dalam kawasan tertentu dan berbeza daripada bentuk yang standard/ baku dari segi sebutan, tatabahasa, dan penggunaan kata-kata tertentu, tetapi perbezaannya tidaklah begitu besar untuk dianggap sebagai satu bahasa yang lain.
3.     Pengaruh bahasa dan dialek yang di gunakan, memepengaruhi gaya hidup masyarakat, salah satunya untuk menandakan status sosial dan status ekonomi sesorang.
B.   Saran
1.     Perlunya mengetahui tatacara penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam kehidupan bermasyarakat.
2.     Hendaknya para remaja lebih memperbanyak menggunakan bahasa dialek resmi dan mengurangi penggunaan bahasa yabg kurang efektif.